Kamis, 09 Juli 2020
Home/ Berita/ Kapolri: Terima Kasih Muhammadiyah

Kapolri: Terima Kasih Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA-- Peran Muhammadiyah memerangi covid-19 mendapat apresiasi dari Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri), Jendral Polisi Idham Azis dan Panglima Tentara Nasional Republik Indonesia (TNI), Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Dalam video conference silaturahmi TNI, Polri dan Keluarga Besar Persyarikatan Muhammadiyah yang diselenggarakan pada Kamis (4/6).

Idham dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada tokoh agama dan Persyarikatan Muhammadiyah. Menurutnya, kerja yang dilakukan oleh pihaknya sangat terbantu dengan kehadiran dan bantuan doa dari ulama.

"Terima kasih Muhammadiyah," ucapnya.

“Kami memohon do’a kepada ulama semoga TNI-Polri senantiasa dapat memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara. Khususnya dalam menangani wabah corona yang sedang melanda negara kita,” imbuhnya.

Sementara itu Irwasum Komjen Polisi Agung Budi Maryoto yang ikut bergabung dalam acara tersebut  dari Bandung dan juga tengah bertugas menangani covid19 di kawasan Jawa Barat dan Jawa Tengah memberi apresiasi positif atas halalal bihalal Muhammadiyah dengan TNI-POLRI.

"Alhamdulillah acara lancar, terima kasih kami kepada Muhammadiyah,” hal tersebut disampaikan ketika mengirim pesan langsung kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah.

Mantan Kapolda Jabar tersebut selama ini terbilang aktif menjalin komunikasi dengan Muhammadiyah. Hubungan Muhammadiyah dengan Polri dan juga TNI sangat baik sebagai pilar kesatuan bangsa. Ketika Muhammadiyah menyampaikan masukan dan kritik sekalipun kepada pemerintah sebagaimana dikatakan Ketua Umum PP Muhammadiyah, hal itu bentuk jalinan kebangsaan yang baik untuk kemajuan Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyebut, wabah covid-19 bukan menjadi alasan untuk tidak terjalinnya ukhuwah sesama umat muslim, dan persatuan bangsa Indonesia. Sebagai jenis virus yang belum ditemukan obat dan vaksinnya, pencegahan bisa dilakukan dengan intervensi non farmasi.

Artinya, semua pihak memiliki kesempatan sama dalam penanganan wabah virus ini. Penanganan penyebaran virus ini bisa melibatkan pemerintah dan organisasi sosial kemasyarakatan. Kepada Muhammadiyah, Hadi Tjahjanto mengapresiasi partisi aktif dalam penanganan wabah pandemi covid-19.

“Peran Rumah Sakit dan Lembaga Pendidikan yang bernaung di bawah Muhammadiyah sangat penting, ditambah lagi puluhan ribu relawan yang diturunkan. Peran edukasi yang mereka lakukan merupakan kunci demi keberhasilan mengalahkan covid-19.” ungkapnya

Terkait dengan masih banyaknya masyarakat yang belum menyadari pentingnya menjaga kebersihan dan patuh protokol kesehatan. Ia mengajak kepada tokoh-tokoh menjadi teladan bagi masyarakat awam. Di sini menurutnya letak strategis Muhammadiyah, karena bisa menjangkau masyarakat luas dan memiliki kedekatan untuk menyampaikan sosialisasi.

Pada kesempatan Idul Fitri adalah momen untuk memperkuat persatuan, dam kesatuan untuk mengalahkan covid-19. Untuk itu, Indonesia sebagai negara yang besar dan bangsa yang majemuk harus bersiap mengalahkan covid-19. Dimulai dari mencegah penularan dan menekan pandemi dengan disiplin protokol kesehatan.

Selanjutnya bisa mengambil peluang yang muncul karena adanya ekonomi digital. Di sini letak strategis Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) sebagai generasi penerus bangsa dengan segala potensinya. Ia juga berharap jalinan kerjasama antara TNI, Polri dan Muhammadiyah dapat terjaga, serta menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia tercinta.

“Kita tidak boleh terlena dan hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi motor kemajuan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *