Rabu, 29 Januari 2020
Home/ Berita/ Banjir Jakarta, SAR Mapala Muhammadiyah Dirikan Posko Kemanusiaan

Banjir Jakarta, SAR Mapala Muhammadiyah Dirikan Posko Kemanusiaan

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA - Awal Januari ini Ibukota Jakarta dilanda banjir besar di sejumlah titik secara bersamaan. Relawan kemanusiaan dari berbaga lembaga turun ke titik bencana guna membantu korban banjir. Termasuk relawan kemanusiaan dari SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI) dan Mapala CAMP Sekolah Tinggi Ekonomi Muhammadiya Jakarta (STIEMJ.

“Sejak hari pertama banjir, SARMMI dan CAMP STIEMJ langsung mendirikan posko kemanusiaan,” demikian kata kordinator tim SARMMI, Nurdin Tanjung yang juga anggota CAMP STIEMJ pada Selasa (7/1).

Dijelaskan oleh Nurdin, posko kemanusiaan mereka dirikan di Jalan Minangkabau. Manggarai. Jakarta Selatan.

“Kegiatan yang kami lakukan adalah pendataan, mengevakuasi korban banjir di Manggarai Utara dan Kampung Pulo. Kemudian drop logistik kebutuhan warga di daerah Kebon Baru dan Manggarai Utara,” jelasnya.

Hari kedua posko kemanusiaan didirikan, bergabung tim relawan dari intern dan dari luar Muhammadiyah, seperti Civitas akademika STIEMJ. Pemuda Muhammadiyah Ranting STIEMJ. PRM STIEMJ. KOKAM Pasar Rumput dan KOKAM STIEMJ. PRM Minangkabau. PCPM Pasar Rumput. Lazismu KL Manggarai. TVmu. Klinik Fakhira dan masih banyak lagi.

“Karena yang bergabung banyak, posko kemudian ditingkatkan menjadi posko pusat koordinasi Mapala wilayah Jakarta Selatan, Pusat dan Utara,” terang Nurdin.

“Kini, meski banjir berangsur surut. Aktivitas posko belum dihentikan. Hanya saja kegiatannya lebih difokuskan ke layanan medis gratis dan pembagian bahan pangan di Manggarai Utara,” imbuh Nurdin.

Sementara itu, Ketua Umum SARMMI Andry Hendra Febriansyah, menjelaskan, selain menginisiasi posko kemanusiaan di Manggarai, SARMMI juga menerjunkan tim rescue ke daerah Bintaro, Jakarta Selatan.

“Tim Rescue SARMMI dari STACIA Universitas Muhanmmadiyah Jakarta, menyasar pemukiman di IKPN Bintaro. Wilayah ini tergolong parah  kena banjir. Warga terjebak banjir dalam rumahnya dan belum ada tim relawan yang datang untuk melakukan evakuasi,” terang Andry.

Karena banyak warga IKPN yang perlu dievakuasi, sementara perahu karet milik STACIA yang dipakai SARMMI hanya ada satu unit, proses evakuasi dilakukan berulang-ulang hingga malam hari. Selain evakuasi warga yang sudah siap, tim SARMMI juga melakukan pencarian terhadap warga yang dimungkinkan terjebak banjir di rumahnya.

“Kami mendapati beberapa warga yang tak berani turun dari lantai atas rumahnya, ada warga yang kesulitan membuka pintu rumahnya yang tertahan air, ada pula ibu-ibu yang kesulitan mengungsi lantaran membawa balita dan sebagainya. Mereka kami bantu dan langsung dievakuasi,” papar Andry Hendra.

Totalitas tim SARMMI di Bintaro mendapat apresiasi dari banyak kalangan. Bahkan saat Kapolda Metro Jaya, Komjen Gatot Eddy Pramono meninjau banjir di IKPN Bintaro, dia menggunakan perahu karet tim rescue SARMMI.

Sumber: (Ahyar Stone/SARMMI)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *