Senin, 16 Desember 2019
Home/ Berita/ UM Buton Wisuda Kakek Berusia 85 Tahun yang Gigih Soal Pendidikan

UM Buton Wisuda Kakek Berusia 85 Tahun yang Gigih Soal Pendidikan

MUHAMMADIYAH.ID, BAUBAU—Persitiwa unik terjadi ketika prosesi Wisuda Sarjana angkatan XIV Universitas Muhammadiyah (UM) Buton, pasalanya diantara 919 mahasiswa yang diwisuda pada Sabtu (16/11) terdapat kakek bernama La Ode Muhammad Sidik yang berusia 85 tahun berhasil menyelasaikan masa studi strata-1 dengan Indeks Penilaian Komulatif (IPK) sangat memuaskan dengan angka 3.5.
 
Prestasi yang diukir oleh Sidik dipersembahkan kepada anak dan cucunya. Ia mengaku semangat belajar yang dimilikinya karena terinspirasi dari kisah atau riwayat hidup Nabi Muhammad SAW. Mengambil hikmah dari sirah Nabi yang dipelajarinya, Sidik berujar bahwa menuntut ilmu tidak mengenal usia. Bahkan, dia masih bertekad untuk bisa studi lanjut ke jenjang S2.
 
“Gelar ini saya persembahkan untuk anak-anakku, saya memiliki 9 orang anak, saat ini sisa 5 orang, 15 orang cucu dan 3 cicit. Selain semangat dari mereka, juga saya berlajar mencari ilmu tidak mengenal umur itu didasari riwayat Nabi Muhammad SAW. Bahwa tuntutlah ilmu sampai ke liang lahat," tutur Sidik dalam siaran pers yang diterima tim Muhammadiyah.id, pada Rabu (20/11).
 
Pengalaman lain yang didapatkan adalah ketika proses belajar mengajar yang ia jalani selama mengikuti proses perkuliahan. Karena selain membahas materi pada setiap mata kuliah, dia juga sering membahas di luar konteks mata kuliah. Hal tersebut bisa dimaklumi karena ada beberapa dosen yang mengajarnya adalah mantan muridnya semasa Sidik menjadi guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Baubau.
 
“Alhamdulillah aktif saya masuk, apalagi banyak dosen adalah mantan muridku, banyak yang kami ceritakan," tambahnya.
 
Sidik berpesan kepada generasi muda, terlebih yang sedang menempuh pendidikan di bangku perkuliahan untuk terus mengobarkan semangat untuk belajar dan memberi manfaat kepada masyarakat luas. Secara khusus kepada mahasiswa sastra, Sidik berharap supaya mereka mampu mengantikan generasi tua dan lebih aktif untuk meneruskan kreasi sastrawan Indonesia.
 
Termotivasi atas capaian La Ode Muhammad Sidik, Rektor UM Buton, Wa Ode Alzarliani, menurutnya semangat yang dimiliki oleh Kakek Sidik perlu ditularkan kepada anak-anak muda yang sedang menempuh pendidikan, baik ditingkat Sekolah maupun Kuliah. Sebagai pensiunan guru SMP, Sidik di mata Alzarliani sebagai sosok yang tangguh dan teguh pendirian untuk belajar.
 
Padahal diusia yang sudah tidak lagi muda, Sidik bisa menikmati masa tua di rumah bermain dengan cucu atau mengerjakan pekerjaan ringan di rumah. Tapi semangat yang dimiliki Kakek SIdik adalah suatu yang istimewa, karena jarang orang-orang sebayanya memiliki semangat belajar sepertinya. Kakek Sidik benar-benar mengamalkan kalimat, menuntut ilmu itu tidak mengenal usia. (a'n) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *