Sabtu, 24 Agustus 2019
Home/ Berita/ Upaya Perlindungan Terhadap Anak, MDMC Kenalkan Risiko Bencana Sejak Dini

Upaya Perlindungan Terhadap Anak, MDMC Kenalkan Risiko Bencana Sejak Dini

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA -- Muhammadiyah Disater Management Center (MDMC) telah banyak memberikan pengenalan dini tentang risiko bencana pada anak – anak baik di sekolah maupun di lingkungan sekitar. Upaya ini dengan mengusung hak anak pada tumbuh kembangnya, seperti mengupayakan hak anak untuk tetap gembira saat kondisi terdampak bencana atau hak anak mendapat fasilitas sekolah aman bencana.

Pengenalan risiko bencana sejak dini terhadap anak merupakan bagian penting yang telah diupayakan oleh MDMC sejak lama. Pengenalan risiko bencana pada anak bisa berupa edukasi, simulasi dan pendidikan sekolah aman bencana. Pengenalan tersebut tentu perlu melibatkan dukungan dari orang tua dan lingkungan sekitar, sehingga antisipasi kejadian bencana di lingkungan sekitar dapat terminimalisir dampaknya.

Menurut Khoirul Anas selaku bagian Divisi Tanggap Darurat Rehabilitasi dan Rekontruksi (TDRR) MDMC, bahwa secara sederhana anak – anak dapat dimulai dengan mengetahui kondisi lingkungan rumah dan sekolah, dapat mengenali potensi dan risiko bencana yang ada disekitar mereka, mengkaji faktor – faktor risiko bencana dan pengetahuan tentang ancaman (hazard) yang ada di wilayah mereka tinggal. “Ketika bencana terjadi mereka tahu bersama keluarganya cara menyelamatkan diri jika terjadi bencana,” ungkap Anas.

Menurutnya, peran MDMC untuk mengenalkan risiko bencana telah banyak dilakukan selama ini, baik saat pra bencana maupun pasca bencana.

“Pada saat pra-bencana seperti sosialisasi, edukasi dan simulasi kesiapsiagaan di sekolah telah banyak diselenggarakan. Ketika pasca bencana, MDMC beri dukungan seperti pendampingan psikososial pada anak yaitu perlindungan psikologis dan sosial, serta bagaimana membangun kembali kepercayaan diri, optimisme pada anak disaat kondisi darurat agar mereka tetap ceria. Selain itu, MDMC juga mendirikan sekolah darurat sebagai pengampu sekolah formal ketika pasca bencana, terang Khairul Anas yang juga spesialis progam pendampingan psikososial MDMC,” urainya.

Menanggapi sekaligus merayakan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2019 ini, Ketua MDMC PP Muhammadiyah Budi Setiawan mengajak pada semua masyarakat untuk ikut peduli terhadap hak hidup dan tumbuh kembang anak dengan melatih, mendidik dan memahamkan pada anak tentang arti bencana.

Menurut Budi, sangat penting untuk anak mengetahui arti dari bencana agar anak mampu berperan ketika bencana terjadi. “Setidaknya, melindungi diri mereka sendiri, selamat hari anak nasional, anak adalah investasi kita di masa depan,”tutupnya. (nisa)

Sumber: Media MDMC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *