Rabu, 24 Juli 2019
Home/ Berita/ Semangat Berjamaah Muhammadiyah Merupakan Modal Sosial yang Besar

Semangat Berjamaah Muhammadiyah Merupakan Modal Sosial yang Besar

MUHAMMADIYAH.ID, BANTEN-- Pengkajian Ramadhan 1440 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Kampus Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB AD) Jakarta yang dimulai pada 12 sampai 14 Mei resmi ditutup pada Selasa (14/5) oleh Anwar Abbas, Ketua PP Muhammadiyah.

Sebelum secara resmi ditutup, Mukhaer Pakkana, Rektor ITB AD sekaligus Ketua Panitia melaporkan berjalannya acara. Dalam laporannya, tercatat sebanyak 629 peserta yang mengikuti acara sampai selesai. Yang berasal dari beberapa perwakilan Pimpinan Daerah dan Wilayah Muhammadiyah seluruh Indonesia.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak yang ikut mensponsori acara ini.

"Acara ini menjadi kali pertama bagi ITB AD, tentu masih banyak kekurangan. Tapi ini sebagai suatu pembelajaran yang sangat berarti bagi kami untuk kedepannya," tuturnya.

Mengingat sekarang sedang berada di musim pancaroba, ada sekitar 80 peserta yang mengalami gejala sakit ringan, seperti infeksi pernafasan. Namun kejadian ini bukan menjadi kendala berarti, karena selama acara ini berlangsung tim kesehatan selalu siaga untuk membantu peserta yang mengalami gangguan kesehatan.

Sementara, Anwar Abbas dalam sambutannya mengatakan, semangat warga persyarikatan Muhammadiyah untuk lebih baik dan berkemajuan tercermin dari dua acara Pengajian Ramadhan, di Yogyakarta dan Jakarta yang saat ini ditutup.

Modal semangat berjamaah yang dimiliki warga persyarikatan merupakan modal sosial yang besar. Jika Muhammadiyah mampu mengkapitalisasi sumberdaya sosial ini, Anwar Abbas yakin Muhammadiyah akan berjaya bukan hanya pada tingkat nasional, tetapi juga internasional.

"Muhammadiyah harus mulai bergerak untuk melakukan pemanfaatan sumberdaya manusianya. Sebagai modal yang mampu menggerakkan persendian kebangsaan dan keumatan,” ungkapnya.

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini juga menjelaskan modal utama yang dimiliki Muhammadiyah adalah kepercayaan warganya. Sadar akan sumberdaya tersebut, ia mengajak kepada generasi muda Muhammadiyah untuk menguasai lebih banyak lagi ragam ilmu pengetahuan sebagai alat untuk memanfaatkan sumberdaya di Muhammadiyah. Sehingga kebermanfaatan yang diberikan Muhammadiyah kepada manusia secara universal lebih banyak. (a’n)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *