Senin, 20 Mei 2019
Home/ Berita/ Konflik Internasional Untungkan Elit Predator

Konflik Internasional Untungkan Elit Predator

MUHAMMADIYAH.ID, MALANG — Univeristas Muhammadiyah Malang(UMM), hadirkan Nino Viartasiwi,Director of Research Pilar Data Indonesia Research and Consulting. Menurutnya, konflik internasional banyak menguntungkan elit predator yang menaruh banyak kepentingan atas terjadinya konflik yang terus diciptakan tersebut.

Nino mengambil contoh konflik di Papua yang disebut sebagai narasi konflik separatisme. Ia menegaskan bahwa, memandang Papua tidak bisa dari narasi dan kacamata separatis. Sebab hal itu akan menjadikan masalah yang jauh lebih penting dan jauh lebih besar justru terabaikan.

"Narasi mainstream yang selama ini dibangun tentang Papua adalah isu separatisme. Tapi, sebenarnya di balik isu separatis itu, ada banyak masalah sosial yang lebih besar yang justru menjadikan elit-elit predator mendapatkan keuntungan," ungkap Nino dalam keterangan pers yang diterima pada Selasa (12/3).

Lebih lanjut, Nino menegaskan pentingnya pandangan dan narasi tentang Papua harus diubah. Selama ini, di masa Orde Baru, pendekatan yang dilakukan bersifat militeristik dan itu tidak bisa menyelesaikan persoalan. Sejak masa reformasi, pendekatan terhadap Papua mulai berubah. Dimulai dari diubahnya nama Irian Jaya menjadi Papua dan diberlakukannya otonomi khusus.

"Separatisme memang ada dan penting, tapi masalah sosial yang ada jauh lebih kompleks yang apabila dilihat lebih mendalam, menjadikan isu separatis itu sebenarnya kecil. Karena itu, kita harus melihat isu Papua, beyond (keluar) dari isu separatis," tambahnya.

Namun demikian, persoalan Papua harus terus dikawal dan aktor yang dipandang paling mampu untuk membangun narasi itu adalah civil society atau masyarakat madani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *