Kamis, 27 Juni 2019
Home/ Berita/ Konteks Keumatan dan Kebangsaan Saat Ini Perlu Digelorakan

Konteks Keumatan dan Kebangsaan Saat Ini Perlu Digelorakan

MUHAMMADIYAH.ID, DHARMASRAYA - Melalui resepsi milad Muhammadiyah ke-106, Pimpianan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat (Sumbar) perkokoh kerjasama dan kebersamaan, serta strategi partnership dengan berbagai pihak.

Seperti yang disampaikan Shofwan Karim Elhussein, Ketua PWM Sumbar saar memberikan sambutan dalam resepsi milad Muhammadiyah ke-106 yang diselenggarakan PWM Sumbar di Aula Bupati Dharmasraya, Ahad (10/2).

Persatuan dalam konteks keumatan dan kebangsaan saat ini perlu digelorakan, menginggat perbedaan di tahun politik bisa sangat mudah digunakan menjadi suluh pemantik perpecahan.

"Warga Muhammadiyah jangan goyang terombang ambing karena hasutan, hasad, ghiba, dengki fake-news dan hoax. Selalulah saling bertabayun. Jangan terjerumus kepada perilaku tercela apa lagi memfitnah, " urai Shofwan.

Pemilihan tempat di Kabupaten Dharmasraya karena memiliki sejarah panjang, tercatat Muhammadiyah masuk ke Sungai Dareh dan Pulau Punjung yang juga termasuk daerah Dharmasraya pada tahun 1930, pasca Muktamar Muhammadiyah di Bukittingi.

"Kewajiban kitalah mengkibar geleparkan panji Muhammadiyah setiap saat sepanjang hayat dan nafas kita. Kiranya kita selalu introspeksi diri sebagai perorangan warga, sebagai pimpinan setiap tingkat dan jajaran, sebagai kader dan pejuang Muhammadiyah apa yang sudah kita laksanakan dan apa lagi yang akan kita lanjutkan dan sempurnakan," ujarnya.

Hadir dalam acara ini, Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah. Mu’ti dalam sambutannya mengatakan, pemilihan tema Ta’awun Untuk Negeri karena Indonesia sedang banyak diuji dengan berbagai musibah, bencana alam, persoalan keumatan dan kebangsaan.

“Taawun adalah ekspresi dan aktualisasi iman dan takwa. Membantu sesama manusia bersifat universal, tidak terbatas bagi mereka yang seagama tetapi masyarakat secara keseluruhan," jelas Mu’ti.

Sejak kelahirannya, selain reformasi pendidikan, Muhammadiyah menunjukkan jati dirinya sebagai gerakan sosial-kemanusiaan. Berdasar surah al-Maun, Kiai Dahlan menanamkan jiwa kedermawanan. Merujuk pada pemahaman tersebut, hendaknya umat muslim bersatu untuk meringankan saudara-saudara yang tertimpa musibah.

"Namun lebih dari itu, kami ingin taawun ini tidak hanya kepada mereka yang tertimpa musibah tetapi juga mereka yang saat ini masih mengalami kesulitan, terutama masalah perekonomian," pungkas Mu’ti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *